Sabtu, 13 November 2010

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sejak terbangun dari tidur sampai kita kembali tertidur (bahkan kadang dalam tidur sekalipun), banyak hal yang dihamparkan Sang Pencipta di hadapan kita. Bahkan jauh sebelum kita yang ada saat ini terlahir ke dunia, banyak hal dan peristiwa yang dapat kita ketahui hari ini dengan bantuan sejarah. Pun di hari-hari yang akan datang, dengan bantuan ilmu pengetahuan kita dapat memprediksi terjadinya berbagai peristiwa, meskipun dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati harus pula kita akui bahwa beberapa diantaranya tetap dan akan tetap menjadi misteri dan rahasia-Nya.
Dikutip dari www.islamicpaintings.blogspot.com

'Bacalah...' itu adalah perintah pertama dari Sang Pencipta yang disampaikan Jibril pada pertemuan pertamanya dengan Muhammad, seorang ummi (buta huruf) dari kalangan bangsa arab. Meskipun telah dijawabnya bahwa dirinya seorang ummi, Jibril tetap mengulanginya 'perintah' itu sampai kali ketiga, yang kemudian disambungnya dengan kalimat...'Dengan Nama Rabb-mu yang Menciptakan'

Bagi kita saat ini, tentu patut berpikir makna dari perintah 'Bacalah...' Apa gerangan yang diperintahkan kepada kita untuk dibaca? Jika disikapi dengan naif, maka yang terpikirkan oleh kita tentu membaca 'tulisan' Memang 'secara mudahnya' kita pasti dan tidak disalahkan jika berpikir demikian. Namun harus diingat ketika Jibril menyampaikan perintah itu kepada Muhammad, malaikat Jibril tidak sedang menunjukkan sebuah tulisan sehingga beliau bertanya apa yang harus dibacanya, hidayah Sang Pencipta kemudian merasuk dalam sanubari Muhammad seiring dengan dibacanya lanjutan perintah '...dengan nama Rabb-mu yang menciptakan'.

Memahami perintah tadi memang tidak mudah andai diberikan pada manusia biasa seperti kita, karena perintah 'Bacalah' yang disampaikan Jibril, bukanlah sebuah konsumsi logika manusia, melainkan 'penggalan' Wahyu Sang Maha Pencipta yang bermakna sangat luas melampaui seluruh penjuru makrokosmos. Apa yang dapat kita lakukan dengan wahyu tersebut adalah berupaya menggunakan logika sampai mencapai batas pemahaman yang dapat kita peroleh, setelah itu sandarkan segalanya kepada-NYA karena DIA lah yang Maha Mengetahui.

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berbagi untuk menjadi lebih baik...!